Jumat, 09 November 2012

Budaya hidup sehat


Standar kopetensi kopetensi dasar
Kelas I semester 2

Program Model Pendayagunaan Dokter Gigi dan Perawat Gigi di Sekolah
(Dikembangkan oleh Pusgunakes, Badan PPSDM Kes)



Bppsdmk, Jakarta – Salah satu sub-komponen dalam Sistem Kesehatan Nasional yang menjadi arah pembangunan sektor kesehatan adalah Sumber Daya Manusia Kesehatan. Tanpa tersedianya sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas, beretika, tersebar secara merata jenis yang rnemadai, maka pembangunan kesehatan tidak akan dapat berjalan secara optimal.
Di sisi lain, hidup sehat merupakan kebutuhan dan tuntutan yang semakin meningkat, walaupun pada kenyataannya derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih belum sesuai dengan harapan. Sementara itu pemerintah telah mencanangkan Indonesia Sehat 2010, yang merupakan paradigma baru yaitu paradigma sehat, yang salah satunya menekankan pendekatan promotif dan preventif dalam mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat, termasuk kesehatan gigi dan mulut.
Departemen Kesehatan telah memprogramkan upaya promotif dan preventif untuk anak usia sekolah melalui Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan untuk masyarakat melalui Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD). Upaya promotif dan preventif paling efektif dilakukan dengan sasaran anak sekolah dasar, karena perawatan kesehatan gigi harus dilakukan sejak dini dan dilakukan secara kontinyu agar menjadi suatu kebiasaan. Disamping itu jumlah masyarakat sekolah dasar ini merupakan komunitas yang terkoordinasi dengan baik dengan jumlah yang sangat besar, yaitu 10.800.130 orang yang dididik melalui 140.741 SD Negeri dn 10.373 SD Swasta (tahun 2001) di seluruh Indonesia. Di sekolahpun ada potensi sumber dana yang dapat digali dan difasilitasi oleh BP3 atau Komite Sekolah untuk mendukung upaya pemeliharaan kesehatan gigi anak sekolah.
Penatalaksanaan Pelayanan Mandiri Kesehatan Gigi Promotif dan Preventif
Untuk dapat melakukan kegiatan pelayanan kesehatan gigi promotif dan preventif di sekolah melalui kerjasama saling menguntungkan antara tenaga kesehatan dengan pihak sekolah (Komite Sekolah) dengan baik, ada tahapan yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh tenaga Banyak




Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Hardiono mengatakan sebanyak 80 persen siswa SD mengalami penyakit gigi dan mulut.

"Ini berdasarkan hasil penelitian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang tersebar di 11 kecamatan pada periode tahun 2009-2010," kata Hardiono, di sela-sela acara kemitraan PT Unilever dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, di Kampus UI, Depok.

Penelitian tersebut juga menyebutkan untuk usia taman kanak-kanak (TK) yang mengalami penyakit gigi dan mulut mencapai 74 persen, dan sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 71 persen, dan usia sekolah menengah atas (SMA) sebesar 13 persen.

"Tingginya angka penyandang penyakit gigi dan mulut karena kurang menyadari kebersihan gigi dan mulut," katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya bekerjasama dengan Fakultas kedokteran gigi dan PT Unilever membentuk program daerah binaan di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Adanya daerah binaan ini diharapkan membuat daerah tersebut bebas dari penyakit gigi dan mulut, sehingga dapat meningkatkan kesehatan anak-anak tersebut.

Pemkot Depok akan menjadikan Puskesmas Abadijaya untuk menjadi pusat pelayanan penyakit gigi dan mulut. Namun, untuk menurunkan angka pesakitan gigi dan mulut di Kota Depok, ia berharap mendapatkan bantuan dari Unilever berupa mobil penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. (abd)

http://sehatnews.com/berita/5990-Persen-Siswa-Sakit-Gigi.htmlhttp://gigijhosua.wordpress.com/artikel/

Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sekolah


Standar kopetensi kopetensi dasar
Kelas III semester 2


Pengenalan lingkungan sekolah sebagai tempat bermain yang menyenangkan merupakan salah satu materi dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Materi ini menuntut pendidik untuk mendorong peserta didik agar mengembangkan pemahaman bagaimana kriteria tempat bermain yang aman dengan tidak menanggalkan faktor keselamatan. Lingkungan SD Negeri Seling yang terbagi menjadi dua dataran (datarn tinggi dan dataran rendah) menjadikan lingkungan sekolah memiliki banyak pilihan tempat bermain. Lingkungan sekolah yang mendukung berdampak pada proses belajar mengajar, di mana kegiatan belajar mengajar menjadi lebih mudah dan pada akhirnya nanti, materi dapat diserap atau malah dapat berkembang lebih luas.


Gerak dasar ketangkasan


Standar kopetensi kopetensi dasar
Kelas III semester 2

Perkembangan keterampilan gerak merupakan salah satu tujuan program pendidikan jasmani di Sekolah Dasar. Evaluasi terhadap perkembangan keterampilan gerak harus dilakukan, meskipun dianggap lebih sulit dan memakan waktu. Sebab, aspek gerak ini sangat kompleks dan bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Namun pengukuran perkembangan keterampilan gerak periu dilakukan tanpa harus menggunakan semua waktu yang tersedia untuk pelajaran penjas. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain.

Salah satu siasat untuk menghemat waktu pengetesan adalah dengan cara menempatkan pelaksanaan tes yang menetap di lantai, di dinding, atau di lapangan. Keuntungannya, guru tidak harus selalu membuat tempat pelaksanaan tes pada setiap kali akan mengadakan tes. Misalnya, guru tidak harus selalu membuat lingkaran sasaran pada dinding atau membuat garis batas awal melempar bola, sebab sudah dibuat menetap. Untuk itu perlu dipertimbangkan jenis tes yang harus memiliki tempat yang tetap dan bagaimana pembuatannya sehingga dapat digunakan untuk bermacam-macam tes. Keuntungan cara ini, antara lain adalah:
  • Menghemat waktu
  • Siswa dapat melakukan tes secara mandiri
  • Guru dapat memperlakukan tes sebagai pusat belajar
Menilai Komponen yang Penting
Pengukuran keterampilan gerak biasanya menekankan aspek kuantitatif. Misalnya, berapa kali melempar bola ke dinding dalam tempo 30 detik, atau berapa kali bola masuk ke ring dari 10 kali lemparan. Tapi guru sering tidak puas dengan hanya mengetahui jumlah skor atau frekwensi pelaksanaan tugas gerak, seperti contoh tadi. Guru ingin mengetahui lebih jauh mutu gerak lemparannya, misalnya apakah koordinasi gerakan melempar siswa sudah cukup baik.
Penilaian yang menekankan aspek kualitatif (misalnya kualitas gerak) seperti disebutkan di atas, terkadang cukup banyak menyita waktu. Namun demikian ada beberapa alternatif yang dapat digunakan guru untuk menghemat waktu. Salah satunya adalah dengan cara hanya mengamati satu komponen terpenting untuk dikuasai. Dengan hanya mengamati satu komponen terpenting, maka guru dapat menghemat waktu untuk pengetesan. Pelaksanaan pengamatan tersebut dapat dilaksanakan khusus pada waktu tes atau pada waktu PBM berlangsung.
Menjelang akhir pelajaran, guru menyuruh siswa untuk melakukan tugas lempar tangkap. Sementara siswanya sibuk melakukan lempar tangkap, gurunya mengamati tampilan semua siswa, apakah komponen terpenting dari lempar tangkap sudah dikuasai oleh sebagian besar siswa?. Pengamatan misalnya tertuju pada koordinasi gerak.

Untuk memahami komponen keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa, guru penjas mendiskusikannya dengan guru penjas lainnya. Keuntungan cara ini adalah keterampilan guru dalam mengamati semakin cermat.
Tes keterampilan gerak juga memiliki banyak komponen gerak yang perlu dites. Hal ini tentu dapat menyulitkan guru bila semua komponen dites sekaligus. Karena itu guru perlu memilih dan menilai beberapa keterampilan gerak yang menjadi fokus dalam program pengajaran penjas. Keterampilan seperti melempar, menangkap, menendang, menggiring, dan memukul bola (dengan tangan, raket, dan bat) merupakan beberapa bentuk keterampilan gerak yang menjadi fokus dalam pengajaran penjas.




RENANG GAYA BEBAS


Standar kopetensi kopetensi dasar
Kelas IV Semester 2

Renang telah dikenal sejak zaman prasejarah. Fakta sejarah
menyebutkan bahwa lukisan dari zaman batu telah ditemukan di dalam
gua para perenang" dekat Wadi Sora (atau Sura) dibagian Barat-Daya
Mesir dekat Libya. Pada gambar-gambar tersebut terdapat gaya dada atau
gaya anjing mengayuh. Meskipun gambar tersebut mungkin berkaitan
dengan prosesi ritual yang artinya tidak ada kaitannya dengan renang.
.RENANG GAYA BEBAS
Berenang di kolam renang akan lebih aman apabila tidak terdapat
arus yang terlalu deras dan kondisi air kolam terbebas dari bakteri
penyebab penyakit. Bakteri penyebab penyakit bisa dikendalikan dengan
pemberian kaporit. Selain itu, penggantian atau pembersihan air kolam
yang teratur akan lebih meningkatkan kualitas air kolam. Jangan lupa
mempergunakan peralatan renang yang sesuai, seperti baju renang,
kacamata renang, dan penutup kepala. Selain itu, gunakan lotion untuk
menanggulangi gangguan terhadap kulit dan mata.
Setelah hal-hal tersebut terpenuhi, kini Anda dapat melaksanakan
kegiatan berbagai macam renang. Salah satu gaya renang yang biasa
dilakukan ialah renang gaya bebas. Renang gaya bebas biasa disebut
juga dengan crawl yang artinya merangkak. Gaya ini menyerupai gaya
berenang seekor binatang. Gerakan asli dari gaya ini menirukan gerakan
anjing yang sedang berenang.
LOMBA RENANG
Lomba renang gaya bebas terbagi dalam tiga kategori, yaitu:
a. Untuk pria
Lomba renang gaya bebas untuk pria, antara lain:
1) gaya bebas 50 meter
2) gaya bebas 100 meter
3) gaya bebas 200 meter
4) gaya bebas 400 meter
5) gaya bebas 800 meter
6) gaya ganti 200 meter
7) estafet gaya bebas 4 x 100 meter
8) estafet gaya bebas 4 x 200 meter
9) estafet gaya ganti 4 x 100 meter
b. Untuk wanita
Lomba renang gaya bebas untuk wanita, antara lain:
1) gaya bebas 50 meter
2) gaya bebas 100 meter
3) gaya bebas 200 meter
4) gaya bebas 400 meter5)
gaya bebas 1500 meter
6) gaya ganti 200 meter
7) estafet gaya bebas 4 x 100 meter
8) estafet gaya bebas 4 x 200 meter
9) estafet gaya ganti 4 x 100 meter
c. Pembagian kelompok umur
1) Kelompok umur I putra dan putri umur 15 tahun-17 tahun.
2) Kelompok umur II putra dan putri umur 13 tahun-14 tahun.
3) Kelompok umur III putra dan putri umur 11 tahun-12 tahun.
4) Kelompok umur IV putra dan putri sampai umur 10 tahun.
TEKNIK  RENANG GAYA BEBAS
Teknik renang gaya bebas terbagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu
sebagai berikut.
a. Teknik dasar mengapung
Posisi mengapung tidak dapat dilakukan dalam satu sikap saja,
tetapi banyak posisi yang bisa dilakukan supaya tubuh dapat terapung
di atas permukaan air. Lakukanlah dengan rileks dan melayang tanpa
mengeluarkan tenaga. Berikut teknik mengapung dalam renang.
1) Berdiri di depan dinding kolam sejauh satu meter, air kolam dengan
ketinggian air setinggi perut.
2) Tarik napas dalam-dalam, kemudian masukkan kepala ke dalam air
dengan sedikit merebahkan tubuh ke depan dalam posisi telungkup,
mata tetap terbuka, dan buanglah napas perlahan-lahan.
3) Tubuh tetap rileks pertahankan sikap tersebut di dalam air hingga
napas tidak kuat lagi.
4) Lakukanlah latihan ini berulang-ulang.

b. Teknik dasar meluncur
Setelah menguasai teknik mengapung, lanjutkan dengan latihan
meluncur. Latihan ini bertujuan untuk melatih keseimbangan tubuh di
air. Jika tidak mampu menguasai keseimbangan tubuh maka tubuh akan
tenggelam dan tidak mampu berdiri di kolam renang, meskipun kolam
tersebut dangkal. Cara melakukan latihan meluncur sebagai berikut.
1) Berdirilah di tepi kolam dengan sikap membelakangi dinding kolam,
salah satu kaki menempel pada dinding untuk melakukan tolakan.
2) Kedua lengan lurus ke atas di samping telinga dengan ibu jari saling
berkaitan.
3) Ambil napas dalam-dalam, condongkan tubuh ke depan, berusaha
ujung jari tangan lebih dahulu yang masuk ke dalam air.
4) Tolakkan kaki yang menempel pada dinding kolam sampai tubuh
terdorong ke depan.
5) Saat tubuh sedang meluncur, biarkan sampai tubuh berhenti
melaju.

1) Posisi tubuh
Posisi tubuh saat berenang ialah streamline artinya sejajar dengan
permukaan air. Tubuh harus berputar pada sumbunya dan hindari
gerakan yang mengakibatkan posisi tubuh naik dan turun.

2) Gerakan kaki
Gerakan kaki dalam renang gaya bebas berperan penting. Gerakan
ini akan membantu luncuran. Selain itu, gerakan tungkai juga sebagai
pengatur keseimbangan tubuh. Berikut ini cara melakukan latihan
gerakan kaki.
a. Kedua kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian
dalam keadaan lemas.
b. Gerakan kedua kaki dimulai dari pangkal paha.
c. Gerakan jangan terlalu tinggi tapi cukup dekat dengan permukaan
air.
3) Gerakan lengan
Gerakan lengan merupakan gerak pendukung yang sangat penting.
Hal tersebut dikarenakan dayungan lengan akan mendukung laju tubuh
dengan cepat. Latihan gerakan tangan dapat dilakukan di kolam dangkal,
berikut cara melakukannya.
a) Sikap awal berdiri, badan dibungkukkan dan kedua tangan lurus di
samping telinga.
b) Tangan kanan ditarik ke bawah sambil menekan air, sampai berada
di bawah badan. Tangan mendorong air ke belakang dan ke atas.
c) Siku tangan kanan cepat ditekuk dan di keluarkan dari air, saat tangan
kiri sampai di bawah badan di dalam air, tangan kiri mendorong air
ke belakang dan ke atas.
d) Gerakan kembali ke posisi semula dilakukan dengan mengayunkan
tangan ke depan.
e) Lakukan gerakan ini secara bergantian antara tangan kanan dan kiri
dan lakukan gerakan ini secara berulang-ulang.
4) Teknik pernapasan
Latihan pernapasan sebaiknya dilakukan di darat terlebih dahulu.
Caranya yaitu dengan melatih gerakan seperti yang dikerjakan di air.
Pengambilan napas dilakukan pada saat mulut berada di atas permukaan
air yaitu dengan cara memiringkan kepala (memutar) ke sisi kanan atau
kiri. Latihan pernapasan juga dapat dilakukan di dalam kolam dangkal,
caranya sebagai berikut.
a. Salah satu lengan lurus ke depan sejajar dengan permukaan air.
b. Jika tangan kiri yang di depan muka mengambil napasnya dengan memutar kepala padasumbunya ke kanan.
c. Jika tangan kanan yang di depan maka pengambilan napasnya
memutar kepala pada sumbunya ke kiri.
d. Pengambilan napas biasanya dilakukan saat melakukan gerakan
tangan kanan saja atau kiri saja, atau perbandingannya dua kali
menarik tangan dan sekali mengambil napas